Blog, Parenting Muslim

Memangnya Kalau Tidur Pas Puasa Jadi Pahala? (7+)

“Ayah, besok mulai puasa ya? Nanti malam mulai shalat tarawih dong ya,” tanya Alif di satu siang.
“Iya Lif, nanti kita siap-siap berangkat ke masjid bareng-bareng ya!”
“Asyik!” seru Alif, “Yah, kalau tidur pas puasa itu katanya jadi pahala ya? Jadinya pas puasa nanti boleh tidur seharian dong, Yah?”
“Alif dengar dari siapa?”
“Banyak yang bilang gitu di sekolah Yah.”
“Oooh, yang ayah tahu, kita nggak boleh berlebihan dalam melakukan apa pun. Jadinya kalau mau tidur pas puasa, ya tidur secukupnya saja. Kita kan sudah biasa qailulah.”
“Oooh, jadi tidur siang kayak biasa aja ya, Yah.”
“Iya, bulan Ramadhan itu pahala buat kita Allah lipatgandakan. Jadinya bagusnya kita perbanyak amal kebaikan selama puasa ini. Kalau banyak tidur, nanti amal kita malah jadi sedikit Lif.”
“Oooh, jadi gitu ya.”
“Mulai besok, kita perbanyak amal yuk. Sayang kan kalau amal ibadah kita gitu-gitu aja selama Ramadhan ini.”
“Siap, Yah!” Ayah Bunda,
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan. Allah sudah menjanjikan balasan dari tiap kebaikan akan dilipatgandakan dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Untuk menjelaskan betapa besarnya keutamaan bulan Ramadhan, sampai banyak yang mengatakan tidur saat puasa saja ibadah. Bahkan di berbagai khutbah dikatakan bahwa ini adalah hadits. Ini menjadi pembenaran untuk memperbanyak tidur selama puasa. Apalagi puasa membuat bawaan untuk tidur semakin besar.
Hadits yang dimaksud adalah sebagai berikut. “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.” Dalam situs http://rumaysho.com, Ustad Muhammad Abduh Tuasikal mengungkapkan bahwa hadits ini dhaif. Berikut ini pemaparannya.
“Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.
Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah)
.
Lanjut di kolom komentar, ya ????
afrakidsofficialKesimpulan: Hadits ini adalah hadits yang dho’if. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah).”
Namun, tidur saat berpuasa itu bukan berarti tidak menjadi ibadah. Ada satu kebiasaan yang dianjurkan oleh Rasulullah yakni qailulah.
“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim)
Qailulah ini bukanlah wajib, artinya jika tidak dilakukan tidak menyebabkan dosa. Namun bagi yang bisa melaksanakannya, dianjurkan untuk melakukannya.
Tidur sejenak di siang hari ini bisa mengembalikan energi kita, sehingga kita punya tambahan tenaga untuk memperbanyak ibadah.
Ramadhan sudah datang, yuk perbanyak amal ibadah kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *